Mind Mapping

AYO, Petakan Hidup dengan Mind Mapping Software

Memetakan ide yang sering berseliweran di pikiran memang belum populer bagi sebagian orang di negeri ini. Padahal sejarah mencatat, seringkali ide besar lahir dari metodologi pencatatan atau sekarang dikenal dengan istilah mind map.
Aktivitas mind map kini makin mengasyikkan karena telah banyak beredar software yang menjadi tools-nya. Pilihannya bisa dengan memanfaatkan sofware berbayar maupun open source. Software mind map gratisan yang bisa dipilih, di antaranya FreeMind, Semantik, Pimki, dan View Your Mind. Sedangkan untuk software mind map berbayar, yang telah beredar antara lain Mindjet, 3D Topicsape, ConceptDraw MindMap, HeadCase, dan Inspiration. Tak ketinggalan tentunya, software dari Tony Buzan — penemu mind map — yaitu iMindMap.
Yang tak kalah menarik, kini juga tersedia wikipedia dalam bentuk mind map yang bisa dicoba pada situs www. wikimindmap.org. Tak berbeda dengan situs wikipedia.org, wikimindmap.org juga membantu siapapun dalam mencari artikel-artikel. Hanya bedanya, sekarang ditampilkan dalam bentuk gambar dan mind map!
Begitu menariknya gambaran tentang mind map dan sekarang ditambah kemudahan mengaplikasikannya dengan bantuan software mind map terasa hambar jika pemakainya belum paham tentang software yang satu ini. Pengetahuan dasar tentang mind map disarankan untuk dikuasai dulu, baik melalui referensi buku-buku maupun ribuan artikel yang bisa diunduh melalui internet. ‘Paman’ Google akan siap membantu Anda belajar dan mengeksplorasi mind map sebelum Anda menggunakan software ini.
Untuk merasakan manfaat software tersebut, Redaksi HC beberapa waktu lalu berkesempatan mengikuti workshop yang diadakan oleh ServiceLeadership, di Apartemen Batavia Jakarta, dengan mengaplikasikan langsung software MindJet Mind Mapping Manager 2007.
Berbaur dengan puluhan peserta yang berangkat dari beragam profesi dan perusahaan terkemuka, peserta dipandu step by step oleh Dr. Suryadiputra Liawatimena, seorang MindJet Certified Trainer. Mulai dari installing program sampai plethak-plethuk mencoba berbagai fitur yang tersedia dalam Mind Mapping Manager tersebut. Bayangan bahwa program ini harus dijalankan dengan latar belakang keahlian komputer kelas advance langsung buyar saat Suryadi dengan renyah memperlihatkan cara-cara mempergunakan software mind mapping.
“Asal bisa mengetik serta mengenal fungsi insert dan delete sudah cukup kok,” ujar Suryadi yang langsung membuat nyaman para peserta dan tidak minder duluan. Sembari mendengarkan penjelasan singkat dari buku manual software MindJet Mind Mapping Manager 2007, peserta pun asyik mempraktikkannya dari laptop masing-masing.
Jumlah peserta yang tidak banyak membuat suasana workshop terasa kondusif karena setiap ada yang kebingungan, langsung tunjuk tangan dan Suryadi pun dengan gesit mendekat dan membantu peserta yang kesulitan melakukan data entry atau kurang paham dengan fitur-fitur tertentu.
Dalam kesempatan senggang, Suryadi menceritakan asal muasal software ini. Mind Mapping Manager 2007 dirancang oleh perusahaan software yang bermarkas di Amerika Serikat, bernama MindJet. Software ini diperuntukkan bagi para pelaku bisnis, meski tidak menutup kemungkinan dipergunakan juga oleh anak-anak. “Saking simpelnya software ini bisa dipakai oleh anak usia TK sampai dengan professor,” sebut Suryadi.
Kelebihan software ini dengan cara-cara manual yang jamak digunakan merujuk pada metode Tony Buzan, imbuh Suryadi, terletak kepada fleksibilitas yang serba computerized sehingga lebih praktis. Berangkat dari memetakan ide besarnya hingga membuat beberapa anak cabang ide, software ini terasa ringkas dengan sekali klik.
Malah di anak cabang ide bisa ditambahkan beragam fitur lain seperti teks dengan beragam jenis font dan warna yang diinginkan, termasuk fasilitas gambar. Cara ini tentu saja sangat revolusioner ketimbang langkah-langkah linear dalam pencatatan notulensi rapat atau dalam hal penyimpanan file-file. “Karena metode ini sudah langsung membuat hyperlink di antara anak cabang yang satu dengan lainnya,” katanya.
Software ini, lanjut Suryadi, sangat powerfull untuk digunakan dalam presentasi, sesi knowledge managament untuk pengembangan sumber daya manusia di perusahaan, dan cocok pula untuk profesi jurnalis atau peneliti yang akrab dengan pembuatan artikel, laporan maupun jurnal. Bahkan, ia berani mengatakan, lebih bagus menggunakan mind map ketimbang Powerpoint. Fungsi filling cabinet bagi seorang sekretaris maupun event organized akan jauh terasa bedanya dengan mengoptimalkan software ini.
Inti dari metode yang ditawarkan oleh Mind Mapping Manager 2007, kata Suryadi, adalah penghematan waktu yang bisa dilakukan penggunanya. Pekerjaan-pekerjaan yang dulunya membutuhkan waktu berhari-hari bahkan bermingu-minggu, dengan software ini bisa diringkas hanya dalam beberapa jam.
Sementara itu, Susanto Edy P, salah satu Buzan Licensed Instructor yang mendapatkan sertifikat langsung dari Tony Buzan di London-Inggris, mengatakan bahwa mind map sudah teruji manfaatnya. Ia bercerita, Naufal, anaknya yang sekarang duduk di kelas 1 SMP Al Zahra Indonesia, Ciputat, suatu kali dipanggil gurunya karena nilainya jeblok. “Waktu itu nilainya kebanyakan 45,25 dan yang membuat panik, masa ujian kurang dari 1,5 bulan. Akhirnya saya lakukan pendekatan mind map untuk dia belajar,” kenang Susanto.
Hasilnya sungguh di luar dugaan. Dalam waktu singkat, imbuh Susanto, prestasi Naufal melejit dan angka pelajaran yang didapatnya rata-rata 82,70. “Mind map is the best,” komentar Naufal yang mendampingi ayahnya kepada HC.
Berangkat dari ilmu tentang mind map dan keberhasilan yang diraih oleh anaknya sendiri ini, Susanto kini rajin melakukan sosialisasi metodologi pemetaan pikiran. Khusus untuk mind mapping software, Susanto menjadi salah satu channel distribusi produk resmi Tony Buzan, yakni iMind Map. Sedangkan untuk teknik mind map dasar, Susanto mendirikan Study Club yang diberi nama Super Map, di daerah Pamulang yang dikhususkan untuk proses belajar bagi anak-anak usia sekolah.
“Terus terang cara belajar model mind map yang mengoptimalkan otak kiri dan otak kanan masih belum banyak dikenal. Susahnya, cara-cara yang dipakai di kebanyakan sekolah saat ini tidak mendukung. Anak-anak dijejali dengan pelajaran-pelajaran yang menggunakan otak kiri. Otak kanannya benar-benar tidak diajarkan agar dioptimalkan,” jelas Susanto.
Metode pembelajaran sekarang, imbuh Susanto, membuat anak didik sering merasa sulit belajar, susah berkonsentrasi, daya tangkap lemah, kurang bertanggung jawab, kurang kreatif, dan otomatis prestasinya pun kurang. “Kurikulum kami berbeda dengan cara-cara konvensional. Titik tekannya adalah, memanfaatkan mind mapping, mengoptimalkan memori otak kiri dan kanan, memberikan keseimbangan art melalui teknik melukis, menggambar dan bermain musik sehingga anak-anak merasa fun saat belajar dan pada saat inilah pelajaran akan mudah masuk. Dijamin berprestasi atau uang kembali,” papar Susanto.

Sumber:

http://www.portalhr.com/majalah/edisisebelumnya/teknologi/1id1267.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s